Pengikut

Kamis, 01 November 2012

Biawak Raksasa Dari Sumatera


Ini kenangan saya waktu tinggal di wilayah desa Muara Medak, kec.Bayung Lencir-Musi Banyuasin-Sumsel th. 2006.

Yang terkenal dengan kadal raksasa dengan julukan dragon adalah biawak komodo dari pulau Komodo. Dan binatang tersebut sudah pernah saya lihat di kebun binatang Surabaya yang memang tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal saya di Mojokerto-Jawa Timur. Tapi binatang yang pernah saya lihat di hutan Sumatera Selatan ini tepatnya di wilayah desa Muara Medak, kec.Bayung Lencir-Muba-Sumsel,  benar2 luar biasa. Kalau di Jawa biawak yang pernah saya lihat di rumpun bambu belakang rumah kakek di desa, paling sebesar betis orang dewasa. Atau perkiraan saya paling besar sepaha orang dewasa.  Tapi ini wooow…..! Masya Allah, luar biasa !
Saat itu  saya memang tinggal di hutan ini bersama penduduk lama membuat lahan perkebunan. Arealnya banyak tanah yang berawa-rawa dengan kedalaman sekitar satu meter.  Suatu saat saya baru pulang dari perkampungan dengan menaiki motor saya, Honda Prima  1991 yang saya bawa langsung dari Jawa. saya harus melewati belukar dan padang ilalang. Setelah melintasi beberapa rawa dan menyeberangi sungai kecil,  tiba-tiba saya dikejutkan oleh  suara semak-semak yang tampak bergerak-gerak. 
Krosak-krosak ! bunyi semak dipijak oleh sesuatu. Mulanya saya kira babi hutan yang memang banyak di sana yang biasanya mencari cacing dengan mengusur tanah lembek di belukar2  itu. Saya hentikan motor saya dan mengamati sumber suara krosak-krosak itu. Masya allah …! Tiada kuduga, tiada kusangka, kudapatkan pemandangan mentakjubkan …! Seekor binatang raksasa…! Jelas sekali bukan kodok atau babi hutan!   Mukanya mirip komodo, tapi lebih sempit dan panjang. Sedang   corak kulit  sepertinya punya garis kuning dan orange. Bila dia tegak berjalan,  tingginya kurang lebih satu meter …..!
Setelah saya tanya sama penduduk sekitar ternyata mereka  juga pernah melihat binatang tersebut di sekitar aliran sungai kecil itu.  Jadi bukan saya saja yang pernah bertemu dengan binatang itu. Kurasa itu bukan penampakan atau kadal ghoib. Sayang saat itu saya belum punya hp kamera.  Coba kalau ada mungkin bisa saya abadikan gambarnya karena saat saya bertemu binatang besar itu sangat dekat sekitar lima meter  yang terhalang oleh semak belukar yang yang tidak begitu lebat. Binatang itu bergerak sangat lamban dan tenang. Malah sempat berhenti dan memperhatikan keberadaan saya.
Dan ternyata biawak raksasa seperti itu kata teman saya yang juga pernah tinggal di daerah Sumsel yang berdekatan dengan wilayah Lampung, ia juga pernah melihatnya. Bahkan ada beberapa ekor.  
         Kalau benar demikian adanya coba ada yang bisa membawanya ke kebun binatang untuk dipelihara sehingga diharapkan binatang langka itu tidak punah.  Jadi masyarakat umum biar tahu atau bahkan biar dunia tahu bahwa Indonesia bukan hanya memiliki komodo sebagai naga tapi juga biawak raksasa dari Sumatera yang orang sana menyebutnya biancak.


( Rio Kelana)

Boss atau Kuli...?



Wajah ndeso rejeki kota.Menarik juga kata-kata itu. dan beruntunglah orang-orang yang seperti itu. Contohnya pelawak terkenal Tukul Arwana dan beberapa seleb lain yang punya wajah ndeso rejeki kota.
  Nah kalau saya,  terbalik dari kondisi itu. Sering kali orang mengira saya ini orang penting, entah itu menejer, pemilik perusahaan atau orang yang punya posisi penting , nggak tahunya saya ini ‘nggak penting’,  cuma seorang kuli  He..he..
Perform saya memang pantas lho jadi orang penting, sukses dan terkenal.  Kulit putih, wajah saya kata orang-orang mirip orang cina. Padahal saya ini sebenarnya blesteran lho. Emak saya asli orang Surabaya dan papa saya (bukan papa ding, tapi bapak) asli dari Jombang yang kerjanya menjadi tukang becak di Surabaya.
Kembali ke lap top….!
Walau sosok saya pantas jadi orang hebat tapi nasib tidaklah sehebat perkiraan orang ( Tuhan belum mengizinkan). Buktinya, pekerjaan yang pernah saya alami rata-rata pekerjaan yang kata orang rendahan  misalnya tukang sapu jalan, loper koran, tukang tambal ban, kuli pelabuhan, ngamen dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi saya bersyukur apapun pekerjaan yang saya lakukan yang penting halal tidak terlalu membuat saya pusing dan iri  melihat orang-orang kaya yang berseliweran di sekitar saya. Walaupun tetep pengen sih jadi orang kaya. Walau sekarang sudah kaya (hati) karena masih punya anggota badan yang lengkap, dua tangan , dua kaki, dua mata (bukan empat mata), dua telinga yang dirangkai oleh Allah dalam satu badan yang sehat wal afiat.
Kembali ke lap Top.
Nah sehubungan dengan sangka orang kepada saya yang pantasnya jadi orang penting, saya punya pengalaman lucu saat saya bekerja sebagai buruh disebuah  pabrik di Mojokerto. Di situ saya diterima bekerja sebagai buruh kontrak dengan gaji yang minim sekali sampai saya nggak yakin bisa memenuhi kebutuhan saya. Tapi alhamdulillah saya mampu bertahan.
Di sana saya bekerja sebagai buruh yang pekerjaannya sebagai tukang angkut cat. Tugas saya sehari-hari adalah mengambil cat ke gudang yang biasa disebut mixing dengan menggunakan gerobak dorong berisi jerigen-jerigen kosong sebagai tempat cat yang nantinya akan dibagikan ke tiap-tiap tempat penyemprotan.  
Tanggung jawab saya adalah mengambil cat ke gudang menggunakan gerobak lalu membagikannya ke tiap-tiap tempat penyemprotan.  Lalu mengontrol supaya cat-cat yang disemprotkan itu tidak sampai habis.
Awal pertama bekerja tentunya tidak semua karyawan yang demikian banyak itu tahu kalau saya ini tukang angkut cat. Begitu saya control ke tiap-tiap tempat untuk memeriksa ketersediaan cat, ada beberapa ibu-ibu pekerja  yang sedang bergerombol santai,  begitu melihat saya mendekat, mereka langsung panik ketakutan dan membubarkan diri untuk menuju ke lokasi pekerjaannya masing-masing. Begitu juga di tempat lain, saya lihat beberapa karyawan selalu memperhatikan saya dengan rasa was-was. Mereka bilang “Awas, ada Booss…”
  Tapi beberapa hari kemudian setelah mereka tahu pekerjaan saya yang sesungguhnya, baru ibu-ibu itu tidak ketakutan lagi kalau saya sedang mengontrol cadangan cat. Mereka malah bilang,” Mas, mas,  kemarin sampean saya kira pemilik pabrik, nggak tahunya sama seperti kita-kita juga “kata ibu itu seraya tertawa . Aku juga nyengir. 
Walau aku sudah beberapa hari bekerja dan sebagian karyawan sudah tahu siapa aku sebenarnya tapi tetap saja mereka sering was-was kalau melihat aku yang kata mereka ,mirip sekali dengan pemilik perusahaan itu. Dari tinggi, putih kulit sampai wajah dan rambutnya. Yang membedakan,  aku tidak memakai kacamata dan lebih muda dari pemilik pabrik.
Sampai suatu ketika aku mendapat tugas mengambil air minum galonan di pos satpam depan dengan mengunakan gerobak dorong. Beberapa karyawan tampak serius memperhatikanku.
 Dan puncaknya saat aku akan menuju pos satpam, tampak jelas di jendela pos  satpam beberapa kepala bergerombol berebut melihat aku yang sedang mendorong gerobak. Mereka adalah dua orang  satpam dan dua orang staf kantor yang kebetulan ada di pos satpam.  Tampaknya ada sesuatu yang aneh pada diri mereka. Atau… aku  yang tampak aneh..? Perasaan aku biasa-biasa saja.
Selidik punya selidik, ternyata aku yang sedang mendorong gerobak itu, dari jauh disangkanya Pak H, sang pemilik pabrik. Makanya mereka kaget dan heran, ada apa nih pemilik pabrik kok mau-maunya mendorong gerobak? Nggak biasa-biasanya dan aneh, boss kok mendorong gerobak…?
 Aku jadi tertawa, jadi selama ini aku jadi perhatian karena sosokku mirip pak H sang pemilik pabrik? Akibatnya aku kalau ketemu Pak H risih juga, entar disangka aku ini fotocopyannya.  Padahal aku ini cuma kuli..he he..
 Sejak saat itu aku merubah penampilanku agar gak dikira, dituduh, disangka, dan didakwa sebagai pak H.
Oalah nasib, nasib. Di kira Bos, gak tahunya kuli….!

NB : Hidup ini bagaikan mengajukan proposal. Tuhanlah yang menentukan.

( Rio Kelana)

Doa Pengemis


YA ALLAH.....
BUTAKAN  MATAKU....
TULIKAN  PENDENGARANKU.....
AGAR  AKU  BISA  MENGHIBA  PADA-MU....
                        

              ( RIO KELANA )